Di tahun 2025, dua platform marketplace mendominasi lanskap e-commerce Indonesia: TikTok Shop (yang kini terintegrasi dengan Tokopedia) dan Shopee. Keduanya menawarkan peluang besar bagi penjual online, namun dengan karakteristik yang sangat berbeda.
Pertanyaan yang sering muncul dari seller baru maupun yang ingin ekspansi: "Mana yang lebih bagus untuk jualan, TikTok Shop atau Shopee?" Jawabannya tidak sesederhana pilih salah satu—karena masing-masing punya kelebihan dan kekurangan unik.
Dalam analisis mendalam ini, kami akan membandingkan kedua platform dari berbagai aspek untuk membantu Anda membuat keputusan yang tepat.
Sekilas Tentang TikTok Shop
TikTok Shop adalah platform social commerce yang mengintegrasikan fitur belanja langsung ke dalam aplikasi TikTok. Sejak merger dengan Tokopedia di Indonesia pada akhir 2023, TikTok Shop kini menggunakan infrastruktur Tokopedia untuk pengelolaan toko (Seller Center).
Model bisnisnya unik: pembeli menemukan produk saat sedang scroll FYP (For You Page), menonton video, atau live streaming—bukan saat sedang aktif mencari produk tertentu.
Sekilas Tentang Shopee
Shopee adalah marketplace tradisional yang sudah mapan sejak 2015 di Indonesia. Pada Februari 2024, Shopee tercatat sebagai e-commerce dengan kunjungan tertinggi di Indonesia, dengan ratusan juta pengguna aktif.
Model bisnisnya berbasis pencarian: pembeli datang dengan intensi membeli, mencari produk yang diinginkan, membandingkan harga dan toko, lalu melakukan transaksi.
Kelebihan TikTok Shop
TikTok Shop
Kelebihan
- Jangkauan audiens muda (Gen Z & Milenial) yang sangat luas
- Potensi viral tinggi melalui algoritma FYP
- Promosi melalui konten video & live streaming yang engaging
- Fitur "keranjang kuning" memudahkan checkout langsung
- Biaya admin relatif kompetitif
- Tingkat konversi tinggi untuk produk impulsif
- Pendaftaran seller mudah dan cepat
Kekurangan
- Persaingan konten sangat ketat
- Ketergantungan pada algoritma (viralitas tidak pasti)
- Butuh skill pembuatan konten video
- Perlu konsisten live streaming untuk hasil optimal
- Aturan komunitas ketat (risiko suspend)
- Transfer saldo memerlukan proses verifikasi
Kapan TikTok Shop Cocok untuk Anda?
- Produk Anda cocok dipromosikan melalui video (fashion, beauty, gadget unik)
- Target market utama adalah Gen Z dan Milenial (18-35 tahun)
- Anda atau tim mampu membuat konten video secara rutin
- Anda nyaman melakukan live streaming
- Produk bersifat impulsif/trendy (mudah viral)
Kelebihan Shopee
Shopee
Kelebihan
- Basis pelanggan sangat besar dan beragam
- Sistem logistik matang (Shopee Xpress)
- Banyak fitur promosi (Flash Sale, gratis ongkir)
- Program edukasi seller (Shopee University)
- Tingkat kepercayaan konsumen tinggi
- Peluang ekspor ke pasar internasional
- Cocok untuk semua kategori produk
Kekurangan
- Persaingan harga sangat ketat (perang harga)
- Biaya admin & komisi cenderung naik
- Sistem penalti ketat untuk seller
- Ketentuan promo yang kompleks
- Sulit menonjol tanpa iklan berbayar
- Banyak seller = produk mudah "tenggelam"
Kapan Shopee Cocok untuk Anda?
- Produk Anda membutuhkan pencarian spesifik (spare part, alat khusus)
- Target market beragam, tidak hanya anak muda
- Anda lebih fokus pada optimasi listing daripada konten video
- Butuh infrastruktur logistik yang reliable
- Ingin menjangkau pasar internasional (ekspor)
Perbandingan Detail
| Aspek | TikTok Shop | Shopee |
|---|---|---|
| Model Bisnis | Social Commerce (discovery-based) | E-commerce (search-based) |
| Cara Promosi Utama | Video pendek, live streaming | SEO listing, iklan TopAds |
| Buyer Intent | Impulsif, browsing untuk hiburan | Tinggi, sedang mencari produk |
| Target Audiens Utama | Gen Z, Milenial (18-35) | Semua usia |
| Biaya Admin | ~2-4% (bervariasi) | ~3-6% (tier seller) |
| Potensi Viral | Sangat tinggi | Rendah |
| Skill yang Dibutuhkan | Content creation, public speaking | SEO, copywriting, data analysis |
| Kategori Produk Terbaik | Fashion, beauty, gadget unik, F&B | Semua kategori |
Strategi: Gunakan Keduanya!
Banyak seller sukses justru tidak memilih salah satu, melainkan memanfaatkan kedua platform secara bersamaan. Strategi multi-channel ini memaksimalkan jangkauan dan mengurangi risiko ketergantungan pada satu platform.
Tips Multi-Channel:
- Gunakan TikTok Shop untuk awareness dan menjangkau audiens baru
- Gunakan Shopee untuk buying intent tinggi dan repeat customer
- Sinkronkan stok dengan sistem inventory management
- Analisis performa per platform untuk alokasi budget promosi
Data & Statistik 2024-2025
- Shopee: Tetap menjadi e-commerce dengan traffic tertinggi di Indonesia pada 2024
- TikTok Shop: Pertumbuhan GMV tercepat di antara semua platform sejak 2023
- Penjualan produk lokal di Shopee: Meningkat 200% melalui program ekspor
- Live shopping di TikTok: Berkontribusi 30-50% total penjualan seller aktif
Analisis Data Penjualan Multi-Channel
Jualan di TikTok Shop? RekapCepat.id bantu analisis data transaksi dari platform tersebut dalam satu dashboard!
Kesimpulan
Tidak ada jawaban mutlak "mana yang lebih baik" antara TikTok Shop dan Shopee—semua tergantung pada jenis produk, target market, dan kemampuan Anda:
- Pilih TikTok Shop jika produk Anda visual-friendly, target market anak muda, dan Anda siap membuat konten video secara konsisten.
- Pilih Shopee jika membutuhkan jangkauan demografi yang luas, produk membutuhkan pencarian spesifik, dan Anda lebih nyaman dengan optimasi listing tradisional.
- Gunakan keduanya untuk memaksimalkan potensi penjualan dan membangun brand yang kuat di ekosistem e-commerce Indonesia.
Yang terpenting: pahami kelebihan dan kekurangan masing-masing platform, ukur performa Anda secara berkala, dan terus beradaptasi dengan perubahan algoritma serta perilaku konsumen!