Seller Wajib Waspada: 5 Modus Baru Penipuan di TikTok Shop & Tokopedia yang Bikin Boncos 2026

Ilustrasi 5 Modus Baru Penipuan di TikTok Shop & Tokopedia 2026 yang Bikin Seller Boncos

Dunia e-commerce Indonesia terus berkembang, tapi sayangnya modus penipuan juga semakin canggih. Di tahun 2026, para penipu kini memanfaatkan teknologi AI, celah sistem platform, dan social engineering untuk mengincar seller marketplace.

Artikel ini akan membongkar 5 modus penipuan terbaru yang sudah memakan korban di TikTok Shop dan Tokopedia sepanjang 2025-2026. Dengan memahami pola-pola ini, Anda bisa melindungi toko dan dana Anda dari para penipu.

Data Mengejutkan: Pada paruh pertama 2025, TikTok Shop global memblokir lebih dari 70 juta listing produk dan menonaktifkan 700.000 akun seller karena pelanggaran, termasuk penipuan. Ini menunjukkan skala masalah yang sangat besar.

Modus 1: Pengalihan Refund via WhatsApp

VIRAL DES 2024 - 2025

Link WhatsApp Palsu yang Curi Dana Refund

Penipu yang menyamar sebagai seller mengirimkan link mencurigakan melalui WhatsApp dengan dalih "perubahan jasa pengiriman" atau "konfirmasi alamat". Setelah korban mengklik link tersebut, pesanan tiba-tiba dibatalkan oleh sistem.

Yang terjadi selanjutnya: dana refund tidak kembali ke rekening asli, melainkan dialihkan ke rekening penipu. Pakar siber menyoroti ini sebagai kelemahan serius dalam sistem pengembalian dana platform.

Cara Kerja:

  1. Penipu membuat toko dengan produk murah untuk menarik korban
  2. Setelah ada order, penipu menghubungi pembeli via WhatsApp
  3. Penipu mengirim link palsu yang terlihat seperti halaman resmi
  4. Link tersebut mencuri session atau data akun korban
  5. Penipu membatalkan pesanan dan mengalihkan refund

Modus 2: Produk Palsu dengan Klaim Balik

KASUS JANUARI 2025

iPhone Palsu, Seller Klaim Barang Retur Tidak Sesuai

Kasus viral terjadi di Tokopedia: seorang pembeli menerima iPhone 14 Pro Max palsu. Ketika mencoba retur, seller justru mengklaim bahwa barang yang dikembalikan tidak sesuai dengan yang mereka kirim.

Trik ini memanfaatkan celah sistem dispute di mana seller bisa menolak retur dengan alasan barang sudah ditukar oleh pembeli. Akibatnya, dana tetap masuk ke kantong penipu.

Ciri-ciri Seller Penipu:

  • Harga produk jauh di bawah harga pasar
  • Toko baru dengan sedikit atau tanpa review
  • Foto produk menggunakan gambar dari Google atau toko lain
  • Deskripsi produk tidak detail atau copy-paste

Modus 3: Pembajakan Akun Seller via Telepon

KASUS JUNI 2025

Telepon dari "TikTok Seller Center" yang Menjebak

Pelaku menghubungi seller melalui WhatsApp, mengaku sebagai staf resmi TikTok Seller Center. Mereka meminta data akun dengan alasan "verifikasi keamanan" atau "update sistem".

Setelah mendapatkan username dan nomor ponsel, pelaku mengambil alih akun seller. Akibatnya: akun dibekukan dan dana tertahan, bahkan bisa digunakan untuk penipuan lebih lanjut.

Yang Diminta Penipu:

  • Username atau email akun
  • Kode OTP yang dikirim ke HP korban
  • Nomor rekening atau data pembayaran
  • Password atau PIN akun

Ingat: TikTok, Tokopedia, atau platform resmi manapun tidak pernah meminta password, OTP, atau data sensitif melalui telepon atau WhatsApp. Jika ada yang meminta, dipastikan itu penipu!

Modus 4: AI-Generated Fake Products

TREN BARU NOVEMBER 2025

Penipu Gunakan AI untuk Buat Merek & Produk Palsu

Kepala Global TikTok Shop Governance mengungkapkan tren baru: pedagang penipu kini menggunakan AI generatif untuk membuat merek-merek palsu yang terlihat sangat profesional dan meyakinkan.

Dengan AI, mereka bisa menghasilkan logo, foto produk, deskripsi, bahkan review palsu dalam jumlah besar. Produk yang dijual sebenarnya tidak ada atau kualitasnya jauh di bawah ekspektasi.

Tanda-tanda Produk AI-Generated:

  • Merek tidak dikenal tapi packaging terlihat terlalu sempurna
  • Foto produk memiliki detail yang aneh atau tidak konsisten
  • Review terasa generik dan tidak spesifik
  • Seller tidak bisa memberikan informasi detail saat ditanya

Modus 5: COD Misterius (Paket Tak Dikenal)

MASIH MARAK

Dikirim Paket COD yang Tidak Pernah Dipesan

Penipu mengirimkan paket ke alamat acak dengan sistem Cash on Delivery (COD). Penerima yang tidak waspada akan membayar paket tersebut, padahal isinya tidak sesuai atau bahkan sampah.

Modus ini memanfaatkan psikologi di mana penerima merasa tidak enak menolak kurir atau mengira ini pesanan dari anggota keluarga lain.

Cara Menghindari:

  • Selalu catat apa yang Anda pesan dan dari toko mana
  • Jangan pernah bayar paket COD yang tidak Anda ingat memesannya
  • Minta kurir menunjukkan detail pesanan sebelum membayar
  • Tolak dengan tegas jika tidak merasa memesan

7 Tips Melindungi Diri dari Penipuan

Checklist Keamanan untuk Seller & Pembeli

  • Jangan pernah transaksi di luar platform - Semua pembayaran dan komunikasi harus melalui fitur resmi marketplace
  • Jangan klik link mencurigakan - Apalagi yang dikirim via WhatsApp, SMS, atau email dari orang tidak dikenal
  • Jangan berikan OTP kepada siapapun - Termasuk yang mengaku sebagai customer service resmi
  • Periksa reputasi seller/pembeli - Lihat rating, review, dan berapa lama toko beroperasi
  • Waspada harga terlalu murah - Jika terlalu bagus untuk jadi kenyataan, kemungkinan memang bukan kenyataan
  • Simpan semua bukti transaksi - Screenshot chat, bukti transfer, resi pengiriman
  • Aktifkan 2FA di semua akun - Two-factor authentication menambah lapisan keamanan

Pentingnya Tracking Transaksi untuk Deteksi Dini

Salah satu cara terbaik untuk mendeteksi anomali atau potensi penipuan adalah dengan melacak semua transaksi secara detail. Ketika Anda memiliki rekap lengkap setiap order, refund, dan pembayaran, Anda bisa segera menyadari jika ada yang tidak beres.

Misalnya: jika ada refund yang tidak masuk ke rekening Anda, atau ada transaksi yang tidak Anda kenali di settlement report, Anda bisa langsung bertindak sebelum kerugian membesar.

Pantau Setiap Transaksi Toko Anda

RekapCepat.id membantu Anda melacak setiap order, refund, dan settlement dengan detail. Deteksi anomali lebih cepat!

Coba Gratis Sekarang

Kesimpulan

Modus penipuan di marketplace terus berevolusi mengikuti perkembangan teknologi. Di tahun 2026, penipu semakin canggih dengan memanfaatkan AI, social engineering, dan celah sistem platform.

Sebagai seller atau pembeli, Anda harus selalu waspada dan mengikuti prinsip dasar keamanan:

  1. Tidak pernah bertransaksi di luar platform
  2. Tidak membagikan data sensitif seperti OTP atau password
  3. Selalu verifikasi sebelum mengklik link atau membayar
  4. Melacak semua transaksi untuk mendeteksi anomali sejak dini

Dengan kewaspadaan dan pengetahuan yang tepat, Anda bisa melindungi bisnis online dari kerugian akibat penipuan. Bagikan artikel ini ke sesama seller agar semakin banyak yang waspada!

Artikel Terkait

Takut Data Penjualan Marketplace Diintip?
Tips menjaga keamanan data transaksi toko online Anda.
Biaya Tersembunyi di Marketplace
10+ biaya yang sering dilupakan seller dan bikin rugi.
Cara Menangani Komplain Pembeli
Panduan profesional menghadapi komplain dan dispute.