Setiap seller TikTok Shop punya pertanyaan yang sama: "Berapa sebenarnya profit saya?" Sayangnya, jawaban ini tidak bisa ditemukan langsung di Seller Center. Dashboard TikTok Shop memang menampilkan angka-angka, tapi bukan profit yang Anda cari.
Artikel ini mengupas tuntas keterbatasan Seller Center dan mengapa seller harus mencari cara lain untuk tracking profit yang akurat.
Apa yang Bisa (dan Tidak Bisa) Anda Lihat di Seller Center?
Dashboard TikTok Shop Seller Center menyediakan berbagai metrik, tapi mayoritas fokus pada volume penjualan, bukan profitabilitas:
Yang Bisa Dilihat:
- GMV (Gross Merchandise Value) - Total nilai pesanan
- Jumlah pesanan - Total order yang masuk
- Settlement amount - Uang yang masuk ke rekening Anda
- Order status - Pending, dikirim, selesai, dibatalkan
- Fee breakdown per order - Jika diklik satu per satu
Yang TIDAK Bisa Dilihat:
- Laba Kotor per produk - Berapa profit setelah dikurangi modal?
- Laba Bersih keseluruhan - Setelah dikurangi operasional?
- Performa per SKU - Produk mana yang paling profitable?
- Trend profit harian/mingguan
- Total HPP yang terpakai
Realita pahit: Banyak seller mengira GMV = profit. Padahal GMV hanyalah nilai transaksi bruto sebelum dipotong fee, refund, dan modal. GMV tinggi ? profit tinggi!
Masalah #1: GMV ? Profit
Dashboard menampilkan GMV besar di halaman utama, membuat seller merasa "laris". Tapi ketika melihat saldo rekening, angkanya jauh lebih kecil. Ke mana selisihnya?
- Dipotong komisi platform (6-8%+)
- Dipotong biaya gratis ongkir
- Dipotong berbagai fee tersembunyi
- Dikurangi nilai refund/return
Masalah #2: Tidak Ada Tracking HPP per Produk
Seller Center tidak tahu modal produk Anda. Platform hanya mencatat harga jual, bukan harga beli. Akibatnya, tidak mungkin menghitung profit otomatis.
Untuk tahu profit, Anda harus manual matching: order ini produk apa ? modal berapa ? profit berapa.
Masalah #3: Fee Breakdown Tersebar di Banyak Kolom
Di file settlement TikTok Shop, ada 20+ kolom fee berbeda:
- TikTok Shop commission fee
- Payment fee
- Affiliate commission
- SFP service fee
- Dynamic commission
- Voucher Xtra service fee
- ...dan masih banyak lagi
Menghitung total fee per transaksi secara manual? Nightmare.
Masalah #4: Butuh VLOOKUP & Pivot Table Manual
Untuk analisis profit yang akurat, seller harus:
- Download file settlement
- Download file order details (untuk info SKU)
- Siapkan master HPP
- VLOOKUP untuk match SKU ke HPP
- Hitung profit per order
- Buat pivot table untuk summary
Proses ini memakan waktu berjam-jam dan rawan error!
Waktu yang Terbuang untuk Olah Data Manual
Mari hitung berapa nilai waktu yang terbuang:
| Proses | Waktu (Manual) |
|---|---|
| Download & merge file | 30 menit |
| Clean data & format | 45 menit |
| VLOOKUP HPP | 30 menit |
| Hitung profit per order | 1 jam |
| Buat summary & insight | 1 jam |
| TOTAL | 3-4 jam per periode |
Jika Anda analisis mingguan, itu 12-16 jam per bulan hanya untuk olah data. Waktu yang seharusnya bisa dipakai untuk develop bisnis, sourcing produk, atau marketing.
Opportunity cost: Jika waktu Anda bernilai Rp 50.000/jam (konservatif untuk business owner), proses manual ini menghabiskan Rp 600.000-800.000 per bulan dalam bentuk waktu yang terbuang!
Solusi: Otomatisasi dengan Tools yang Tepat
RekapCepat: 30 Detik vs 3 Jam
RekapCepat menyelesaikan semua masalah di atas dengan pendekatan yang berbeda:
- Upload file settlementotomatis diproses
- Upload master HPPotomatis dimatching ke setiap order
- Semua 20+ feeotomatis dikelompokkan dan dijumlahkan
- Profit per SKUlangsung terlihat tanpa formula
- Insight bisnisgrafik dan tabel siap pakai
Perbandingan: Manual Excel vs RekapCepat
| Aspek | Manual Excel | RekapCepat |
|---|---|---|
| Waktu proses | 3-5 jam | 30 detik |
| Fee breakdown | Manual per kolom | Otomatis 20+ jenis |
| HPP matching | VLOOKUP manual | Auto-match SKU |
| Profit per SKU | Formula kompleks | Langsung tampil |
| Risiko error | Tinggi | Minimal |
| Grafik & insight | Buat manual | Auto-generated |
Fitur yang Menjawab Pain Point Seller
Rekap Laba Kotor
Settlement - HPP = Laba Kotor. Otomatis per order dan per SKU.
Breakdown 20+ Fee
Semua jenis fee TikTok Shop dikelompokkan dan divisualisasikan.
Profit per SKU
Tahu mana produk paling profitable dan mana yang boncos.
Trend Harian/Mingguan
Lihat perkembangan profit dari waktu ke waktu.
Capek Olah Data Manual?
RekapCepat otomatis gabungkan settlement, order, dan HPP dalam 30 detik! Fokus ke bisnis, bukan Excel.
Kesimpulan
TikTok Shop Seller Center memang powerful untuk manage order dan fulfill pesanan. Tapi untuk analisis profit, dashboard ini sangat terbatas:
- Tidak bisa tracking HPP - platform tidak tahu modal Anda
- Fee tersebar di 20+ kolom - sulit dijumlahkan manual
- Tidak ada profit per SKU - harus hitung sendiri
- Proses manual memakan 3-5 jam - waktu yang bisa dipakai untuk hal lebih produktif
Seller yang sukses tidak menghabiskan waktu di Excel, mereka menggunakan tools yang tepat untuk otomatisasi, dan fokus waktu mereka untuk pengembangan bisnis.
Pertanyaannya: Anda mau terus olah data manual, atau mulai otomatisasi hari ini?