Program Gratis Ongkir Tokopedia telah menjadi salah satu fitur paling populer yang dimanfaatkan pembeli. Namun bagi seller, pertanyaan besarnya adalah: apakah program ini benar-benar meningkatkan penjualan, atau justru menggerus margin keuntungan?
Dalam artikel ini, kita akan menganalisis secara mendalam dampak program gratis ongkir terhadap penjualan seller, termasuk kebijakan biaya terbaru 2025, data riset, dan strategi optimasi yang bisa Anda terapkan.
Kebijakan Gratis Ongkir Tokopedia Terbaru 2025
Sebelum menganalisis dampaknya, penting untuk memahami perubahan kebijakan gratis ongkir Tokopedia yang berlaku saat ini:
Perubahan Biaya Mulai 10 Juni 2025
Penting: Mulai 10 Juni 2025, biaya program Gratis Ongkir dikenakan sebesar 6% dari nilai setiap unit produk yang terjual, dengan maksimum Rp40.000 per produk. Biaya ini dihitung per unit, bukan per transaksi.
| Periode | Biaya Gratis Ongkir | Keterangan |
|---|---|---|
| Sebelum 1 Agustus 2024 | Gratis (tanpa biaya) | Hanya produk dengan label Gratis Ongkir |
| 1 Agustus 2024 - 9 Juni 2025 | Berlaku untuk semua pesanan | Semua tipe toko dikenakan biaya |
| Mulai 10 Juni 2025 | 6% per unit (max Rp40.000) | Dihitung per unit produk terjual |
Ketentuan Minimum Belanja
- Minimum belanja Rp30.000 untuk mendapatkan gratis ongkir (turun dari Rp50.000 sejak Februari 2024)
- Layanan Instant/Same Day: Minimum belanja Rp200.000
- Kuota berdasarkan status keanggotaan pembeli dan cakupan wilayah
Data dan Riset: Apakah Gratis Ongkir Meningkatkan Penjualan?
Berdasarkan berbagai studi penelitian dan data e-commerce, berikut temuan penting mengenai dampak gratis ongkir:
Temuan Utama Penelitian:
- Gratis ongkir memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen
- Program ini menjadi salah satu insentif paling efektif dalam e-commerce
- Dampak paling terasa pada produk bernilai rendah hingga menengah, di mana ongkos kirim menjadi proporsi besar dari total biaya
Mengapa Gratis Ongkir Efektif?
- Menghilangkan hambatan psikologis: Ongkos kirim sering menjadi penghalang utama keputusan checkout. Dengan menghilangkannya, pembeli merasa mendapat "nilai lebih".
- Meningkatkan konversi: Produk dengan label Gratis Ongkir lebih menarik dibandingkan yang tidak, terutama saat pembeli membandingkan harga.
- Visibilitas lebih tinggi: Produk seller yang mengaktifkan gratis ongkir mudah ditemukan melalui filter pencarian dan muncul dengan badge khusus.
- Akses ke promo eksklusif: Seller dengan gratis ongkir aktif berkesempatan mengikuti kampanye promosi Tokopedia.
Analisis Pro dan Kontra untuk Seller
Keuntungan Mengaktifkan Gratis Ongkir
| Aspek | Keuntungan |
|---|---|
| Visibilitas | Badge Gratis Ongkir meningkatkan CTR (Click-Through Rate) |
| Konversi | Lebih banyak pembeli checkout karena tidak ada biaya tambahan |
| Kompetitif | Bersaing dengan seller lain yang sudah mengaktifkan |
| Promo Platform | Akses ke campaign eksklusif Tokopedia |
Tantangan yang Perlu Dipertimbangkan
- Biaya 6% per unit: Untuk produk dengan margin tipis, biaya ini cukup signifikan
- Tidak berbasis jarak: Seller dengan lokasi jauh dari pembeli menanggung subsidi lebih besar
- Lebih menguntungkan seller besar: UMKM dengan volume pengiriman kecil mungkin kurang mendapat keuntungan optimal
Kapan Gratis Ongkir Masih Menguntungkan?
Tidak semua seller akan mendapat manfaat yang sama dari program gratis ongkir. Berikut analisis kapan program ini masih layak diaktifkan:
Gratis Ongkir LAYAK untuk:
- Produk dengan margin > 20% setelah dikurangi biaya 6%
- Produk dengan harga jual di atas Rp100.000 (biaya max Rp40.000 lebih proporsional)
- Seller dengan volume penjualan tinggi - peningkatan konversi bisa menutupi biaya
- Kategori dengan persaingan tinggi di mana gratis ongkir menjadi faktor penentu
Perlu Pertimbangan Ulang jika:
- Margin produk < 15%
- Produk dengan harga di bawah Rp50.000 (biaya 6% sangat terasa)
- Produk berat yang ongkir aktualnya tinggi
- Target market sudah loyal tanpa perlu insentif gratis ongkir
Strategi Optimasi Gratis Ongkir untuk Seller
Jika Anda memutuskan untuk mengaktifkan gratis ongkir, berikut strategi untuk memaksimalkan keuntungan:
1. Hitung Break-Even Point dengan Akurat
Sebelum mengaktifkan, pastikan Anda menghitung:
- Harga jual - HPP - Biaya admin marketplace - Biaya gratis ongkir 6% = Profit per unit
- Pastikan profit masih positif setelah semua potongan
2. Sesuaikan Harga Jual
Banyak seller menyesuaikan harga jual untuk mengakomodasi biaya gratis ongkir. Namun perhatikan:
- Jangan sampai harga menjadi tidak kompetitif
- Bandingkan dengan harga pesaing yang juga mengaktifkan gratis ongkir
3. Fokus pada Produk dengan Margin Tinggi
Prioritaskan mengaktifkan gratis ongkir pada produk dengan margin yang cukup untuk menyerap biaya 6%.
4. Manfaatkan Layanan "Dilayani Tokopedia"
Untuk seller dengan volume tinggi, layanan "Dilayani Tokopedia" menawarkan skema biaya yang berbeda (2-4% dengan max Rp10.000) dan gratis ongkir Rp0 se-Indonesia tanpa biaya tambahan.
5. Analisis Data Penjualan Secara Berkala
Pantau performa sebelum dan sesudah mengaktifkan gratis ongkir. Bandingkan:
- Jumlah orderan
- Nilai rata-rata pesanan
- Profit bersih per bulan
Ingin Tahu Profit Setelah Potongan Gratis Ongkir?
RekapCepat membantu Anda menghitung profit bersih per transaksi secara otomatis, termasuk potongan gratis ongkir dan biaya lainnya.
Kesimpulan
Program Gratis Ongkir Tokopedia terbukti meningkatkan penjualan berdasarkan berbagai studi dan data. Insentif ini efektif menghilangkan hambatan psikologis pembeli dan meningkatkan konversi.
Namun, dengan kebijakan biaya baru sebesar 6% per unit (mulai Juni 2025), seller perlu lebih cermat menghitung profitabilitas. Program ini paling menguntungkan untuk produk dengan margin tinggi dan harga jual di atas Rp100.000.
Kunci sukses adalah menghitung break-even point secara akurat dan memantau data penjualan secara berkala untuk memastikan program gratis ongkir tetap menguntungkan bagi bisnis Anda.