Program affiliate TikTok Shop adalah cara ampuh untuk meningkatkan penjualan. Kreator membuat konten, Anda dapat pembeli, kreator dapat komisi. Win-win, kan?
Tapi ada satu pertanyaan yang sering membuat seller bingung:
"Berapa persen komisi affiliate yang IDEAL?"
Set komisi terlalu rendah? Kreator tidak tertarik promosikan produk Anda. Set terlalu tinggi? Margin habis, profit menipis. Artikel ini akan membantu Anda menemukan sweet spot yang tepat.
Bagaimana Affiliate TikTok Shop Bekerja?
Sebelum menentukan komisi, pahami dulu alur program affiliate:
- Seller set komisi untuk produk tertentu (contoh: 10%)
- Kreator memilih produk dan membuat konten (video/live)
- Penonton beli melalui link affiliate di konten kreator
- Kreator dapat komisi dari setiap penjualan yang berhasil
- Komisi dipotong dari settlement seller
Penting: Komisi affiliate DITENTUKAN oleh seller, bukan TikTok. Anda punya kontrol penuh untuk set berapa persen.
Berapa Rata-rata Komisi Affiliate per Kategori?
Berikut data benchmark komisi affiliate berdasarkan kategori produk di TikTok Shop Indonesia (2024-2025):
| Kategori Produk | Komisi Rata-rata | Range Umum |
|---|---|---|
| Produk Kesehatan & Suplemen | 15-20% | 10-25% |
| Kecantikan & Skincare | 12-18% | 8-25% |
| Fashion Wanita | 10-15% | 5-20% |
| Fashion Pria | 12-16% | 8-20% |
| Perlengkapan Bayi & Ibu | 12-15% | 8-18% |
| Elektronik & Gadget | 5-10% | 3-12% |
| Makanan & Minuman | 8-12% | 5-15% |
| Produk Digital | 20-30% | 15-50% |
Catatan: Ini adalah benchmark, bukan angka mutlak. Komisi ideal tergantung pada margin produk Anda, bukan kategori semata.
Rumus Menentukan Komisi Affiliate yang Ideal
Jangan asal ikut-ikutan kompetitor. Gunakan rumus ini untuk menentukan komisi yang logis dan profitable:
Langkah-langkahnya:
- Hitung margin produk (harga jual - HPP)
- Kurangi fee platform TikTok Shop (~15-18% di 2025)
- Kurangi target profit yang Anda inginkan (minimal 10-15%)
- Sisanya adalah budget maksimal untuk komisi affiliate
Contoh Perhitungan: Produk Skincare
Harga jual: Rp 150.000
HPP (modal): Rp 50.000
Margin: Rp 100.000 (66,7%)
Kesimpulan: Untuk produk ini, Anda bisa set komisi affiliate sampai 36% dan masih profit 15%. Tapi realistisnya, set di 15-20% sudah cukup menarik kreator.
Contoh Perhitungan: Produk Elektronik
Harga jual: Rp 500.000
HPP (modal): Rp 400.000
Margin: Rp 100.000 (20%)
Kesimpulan: Produk margin tipis seperti ini sebaiknya tidak ikut program affiliate, atau set komisi sangat rendah (3-5%) dan terima volume besar.
3 Strategi Menentukan Komisi Affiliate
Strategi 1: Komisi Bertingkat (Tiered Commission)
Set komisi berbeda berdasarkan performa kreator:
- Kreator biasa: 10%
- Top performer (>50 penjualan/bulan): 15%
- VIP creator (kontrak khusus): 18-20%
Keuntungan: Memotivasi kreator perform lebih baik.
Strategi 2: Komisi Produk Tertentu (Product-Specific)
Set komisi berbeda per produk berdasarkan margin:
- Produk margin tinggi (>40%): 15-20%
- Produk margin sedang (25-40%): 10-12%
- Produk margin rendah (<25%): 5-8% atau tidak ikut affiliate
Keuntungan: Memaksimalkan profit per kategori produk.
Strategi 3: Komisi Kampanye (Campaign-Based)
Naikkan komisi sementara saat momen khusus:
- Normal: 10%
- Saat launching produk baru: 15-18% (2 minggu)
- Saat campaign besar (12.12, dll): 15% (1 minggu)
Keuntungan: Boost exposure saat dibutuhkan tanpa permanen tinggi.
5 Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Komisi
1. Margin Produk
Ini faktor PALING PENTING. Jangan set komisi tinggi kalau margin tipis. Anda akan boncos.
2. Kompetitor
Cek berapa komisi yang ditawarkan seller serupa. Jika terlalu rendah dari kompetitor, kreator akan pilih produk lain.
3. Harga Produk
Produk mahal dengan komisi % kecil bisa menghasilkan rupiah besar untuk kreator. Contoh: 5% dari Rp 1 juta = Rp 50k per sale. Itu menarik!
4. Conversion Rate Produk
Produk dengan CVR tinggi lebih menarik meski komisi rendah. Kreator lebih pilih produk yang mudah closing.
5. Kualitas Konten yang Dibutuhkan
Produk yang butuh review mendalam (skincare, elektronik) perlu komisi lebih tinggi untuk memotivasi kreator membuat konten berkualitas.
Kesalahan Umum Saat Set Komisi Affiliate
Kesalahan 1: Set Komisi Sama untuk Semua Produk
Setiap produk punya margin berbeda. Set komisi per produk, bukan flat rate.
Kesalahan 2: Tidak Menghitung Fee Platform
Ingat, fee TikTok Shop bisa 15-18%. Hitung ini SEBELUM set komisi affiliate.
Kesalahan 3: Ikut-ikutan Kompetitor Tanpa Hitung Margin
Kompetitor set 20%? Belum tentu cocok untuk Anda. Hitung margin sendiri.
Kesalahan 4: Tidak Track Profit per Affiliate
Ada kreator yang bawa volume besar tapi profit kecil (banyak retur, tipe pembeli COD yang
cancel). Track performanya!
Mau Tahu Profit Setelah Komisi Affiliate?
Upload data settlement Anda ke RekapCepat untuk breakdown lengkap: berapa yang dipotong untuk affiliate commission dan profit bersih per produk.
Rekomendasi Komisi Affiliate per Skenario
| Skenario | Rekomendasi Komisi | Alasan |
|---|---|---|
| Produk baru, butuh exposure | 15-20% | Menarik kreator untuk coba promosi |
| Produk bestseller, sudah viral | 8-12% | Produk sudah dikenal, kreator tetap mau |
| Produk margin tinggi (>50%) | 15-25% | Masih profit besar setelah komisi |
| Produk margin rendah (<25%) | 5-8% atau tidak ikut | Hindari boncos |
| Ingin kerja sama dengan top creator | 18-25% + bonus | Top creator punya banyak pilihan |
| Volume besar, margin tipis | 3-5% | Untung dari volume, bukan per unit |
Kesimpulan
Tidak ada angka ajaib untuk komisi affiliate. Jawabannya selalu: "Tergantung margin dan strategi Anda."
Panduan praktis:
- Hitung margin dulu sebelum set komisi
- Kurangi fee platform (~15-18%) dari margin
- Sisakan minimal 10-15% untuk profit Anda
- Sisanya adalah budget maksimal komisi affiliate
- Gunakan strategi bertingkat atau per produk untuk optimasi
- Track profit per affiliate secara berkala
Dengan perhitungan yang tepat, program affiliate bisa jadi mesin penjualan yang profitable untuk Anda dan menarik untuk kreator. Selamat mengoptimasi!